Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Perumahan Murah & Terjangkau Jogja Selatan 2020 – bagian 1

    Model rumah tipe 36, Permata Bangunjiwo Regency
    Rumah 45 Puri Nirwana Pajangan
    Perspektif kawasan rumah tipe 30 dan 36, Ndalem Cipto Wijoyo
    Kawasan rumah murah subsidi tipe 30, Griya Sedayu Selaras

    Kebutuhan rumah murah bersubsidi dan rumah terjangkau di Jogjakarta masih sangat besar potensinya. Dengan pengertian rumah subsidi memiliki harga 150 juta dan rumah komersial terjangkau dengan rate mulai 200 – 390 jutaan, masih bisa di serap oleh pasar lokal Jogja khususnya. Seiring dengan makin sulitnya mendapatkan lahan dengan harga murah untuk di konversi menjadi rumah khususnya di wilayah Sleman, memaksa para developer menggeser area geografisnya menuju sisi paling dekat dengan kota Jogja, yakni sisi Selatan, yang sebagian besar berada di wilayah administrasi Kabupaten Bantul, seperti di Kecamatan Kasihan, Sedayu, Pajangan, Pleret, dan Jetis.

    Untuk mewujudkan rumah murah, baik subsidi maupun rumah komersial terjangkau, ada sejumlah tantangan, mulai dari harga tanah di DIY yang tinggi, hingga lahan yang terbatas peruntukannya untuk bisa dikembangkan menjadi wilayah area pemukiman dan perumahan.

    Oleh sebab itu, para pengembang harus jeli mencari lahan-lahan yang masih bisa dikembangkan untuk rumah subsidi, meski dengan konsekuensi lahan-lahan tersebut kurang strategis dan ideal dari sisi bisnis.

    Untuk tipe-tipe rumah yang disediakan mulai tipe 27 dan tipe 30 untuk rumah murah subsidi dengan luas kavlingnya mulai 60 – 75 m².
    Sedangkan untuk rumah komersial terjangkau, biasanya mulai tipe 36, tipe 45, dan tipe 54. Dengan ukuran tanah kavlingnya, variabel mulai 70 - 90 m².
    Kali ini kami berikan referensi perkembangan dan beberapa kawasan perumahan, baik yang menyediakan rumah murah bersubsidi dan rumah komersial terjangkau, khususnya di Selatan Jogja.

    Permata Bangunjiwo Regency menunjukkan progress penjualan yang tumbuh signifikan sepanjang semester 2 tahun 2019 dan awal 2020 ini. Developer PT Panca Samimakmur (Pasma Realty Group) membuktikan bahwa demand pasar kelas rumah terjangkau dan menengah Jogjakarta terus menunjukkan potensi investasi ke depannya yang masih sangat besar.

    Berada di tepi jalan raya Bibis sebagai akses Bangunjiwo – Pajangan, merupakan alternatif menuju kota Bantul maupun arah Kulon Progo karena terkoneksi menuju jalur menuju Yogyakarta International Airport (YIA). Kedekatan akses dengan pusat pendidikan seperti Kampus Terpadu UMY,Stikes Alma Ata, Stikes Ahmad Yani dan Bina Sarana Informatika dan sangat dekat dengan area pengembangan kampus terpadu UIN di Pajangan.

    “Animo masyarakat akan kebutuhan masyarakat akan rumah minimalis yang aman, asri di lokasi yang strategis dengan harga terjangkau masih sangat tinggi, terbukti sampai akhir tahun awal 2020 ini, 2 cluster kami yakni Ruby dan Amethyst mampu diserap pasar dan sudah terjual dengan prosentase 80 %. Sejak ditawarkan 2018, cluster Amethyst sudah terjual 45 unit dari total 55 unit yang ditawarkan. Sedangkan cluster Ruby kini tinggal 2 unit, dari total 36 unit yang ditawarkan, ” terang Lusiana Prayogo, Sales & Promotion Manager Pasma Realty Group.

    Tipe yang paling laris adalah tipe standar cluster Amethyst, tipe 36 dengan komposisi 2 kamar tidur dengan luas tanah standar 72 m² (6 x 12 m) dan masih ada sisa tanah di belakang rumah untuk tempat cuci, jemur pakaian dan taman kecil di mana pencahayaan sinar matahari dan sirkulasi udara segar bisa masuk ke dalam rumah. “Progress penjualannya terbilang on track, mengingat rumah yang banyak dicari pembeli saat ini adalah rumah harga di bawah 500 juta. Harga yang ditawarkan tipe standar di cluster Amethyst cukup terjangkau mulai 300 jutaan, dengan DP mulai 20 juta dan cicilan KPR 2,5 jutaan saja. Kami optimis di pertengahan tahun, 2 cluster ini 2020 bisa sold out,” lanjut Lusi.

    Gaya arsitektur cluster Amethyst adalah modern minimalis menyesuaikan keinginan konsumen saat ini dengan lingkungan yang aman dengan one gate system dijaga security 24 jam dilengkapi CCTV 24 hours, suasana asri dengan taman dan play ground untuk anak-anak dan lebar jalan 7 meter cukup untuk dilalui 2 kendaraan mobil maupun motor. “Progress pembangunan hunian Alhamdulilah berjalan lancar bahkan saat ini rumah-rumahnya sudah banyak dihuni. Untuk rumah untuk 1 lantai membutuhkan waktu + 5 bulan dari akad kredit KPR atau pembayaran uang muka 30 %.

    Guna mempermudah konsumen, diberikan cara bayar yang fleksibel. “Ada 3 cara bayar di Permata Bangunjiwo Regency yaitu cash 3 x bayar, cash tahap 10 x bayar dan melalui KPR. Data kami menunjukkan, cara yang paling diminati adalah KPR. Hanya dengan DP 5% sudah dapat memiliki rumah di Permata Bangunjiwo Regency. Promo khusus saat ini free biaya PDAM dan Telkom dan yang terpenting, dari sisi legal, semua hunian di cluster Ruby maupun Amethyst perumahan Permata Bangunjiwo Regency sudah lengkap dan komplit, sertipikat induk SHGB sudah pecah per kavling,” lanjut Lusi serius.

    “Setelah 2 cluster ini sold out, akhir tahun 2020 Permata Bangunjiwo Regency akan membuka cluster baru yaitu Cluster Sapphire, dimana ada tipe rumah yaitu 1 lantai dan 2 lantai. Lokasinya di antara cluster Amethys dan Ruby,” pungkas Lusi.

    Puri Nirwana Bangunjiwo menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang menginginkan rumah komersial non subsidi yang masih menawarkan harga yang relatif terjangkau. Kawasan perumahan seluas 4500 m² ini merupakan persembahan dari developer PT Hoki Sejahtera Abadi yang berada di dusun Kenalan, Bangunjiwo Kasihan Bantul Jogjakarta. Berada di poros jalan Bangunjiwo - Kasongan yang terkoneksi dengan menuju akses Jalan Bantul dan akses ke ringroad Selatan.

    Sumantri, SH, MH., selaku Marketing Manager PT Hoki Sejahtera Abadi (Hoki Group) menyampaikan, wilayah Kelurahan Bangunjiwo semakin potensial untuk dijadikan pilihan membangun kawasan hunian sesuai arah perkembangan kota Jogja yang cenderung ke arah Barat. “Sebelumnya, kami memiliki beberapa mini cluster yang tersebar di area Bangunjiwo ini. Bahkan saat ini kami sudah menghadirkan 8 cluster dengan brand Cluster Nirwana bangunjiwo. Ini yang menjadi dasar pertimbangan kami membuka Puri Nirwana Bangunjiwo dengan total rencana menghadirkan 27 unit rumah tinggal.

    Berkonsep 1 lantai, yakni tipe 36 dan tipe 45. Tipe tersebut memiliki segmen pasar yang masih sangat besar demand-nya. “Saat ini Puri Nirwana Bangunjiwo sudah terjual lebih dari 10 unit rumah, yang rata-rata konsumen mengambil untuk tipe 45. Dan kebanyakan dari konsumen, merupakan keluarga muda dan para pendatang dari luar pulau Jawa," papar Sumantri, saat ditemui di Marketing Office, RingRoad Selatan.

    Untuk tahun 2020 ini, Puri Nirwana Bangunjiwo sudah mengalami kenaikan harga. Yang dulu di awal pemasaran berada di kisaran 200 jutaan, sekarang untuk 36 dengan luas tanah 94 m² ditawarkan di kisaran harga 340 jutaan dan tipe 45 dikisaran 360 jutaan. “Harga yang menurut kami masih berada di kategori terjangkau bagi masyarakat, apalagi memakai metode pembayaran via KPR, dengan besaran cicilan yang relatif ringan,” lanjutnya.

    Alternatif lainnya dari Hoki Group ialah Puri Nirwana Pajangan. Sebuah kawasan di area perbukitan di kecamatan Pajangan Bantul di tawarkan bagi masyarakat yang menginginkan harga rumah dibawah 300 juta. Secara lokasi, Puri Nirwana Pajangan tidak jauh dari lokasi ini telah berdiri SD Islam Al-Azhar 38, sudah beroperasinya Rumah Sakit Universitas Islam Indonesia (UII), tak jauh kawasan kampus STIE Hamfara dan rencana kawasan Kampus Terpadu UIN dan terhubung jalur alternatif Bantul – Bandara YIA Kulon Progo.

    Hadir dengan menawarkan sekitar 121 unit rumah di atas lahan 1,6 hektar yang menawarkan konsep kawasan rumah satu lantai dengan pilihan 2 tipe standar yakni tipe 36/72 dan tipe 45/78 dengan harga jual kisaran 250 jutaan – 280 jutaan, dan harga tersebut sudah termasuk biaya sertipikat, IMB, penyambungan listrik dan air.

    Progress penjualan Puri Nirwana Pajangan sudah lebih dari 90 unit rumah berhasil di jual. Kawasan hunian ini juga akan dilengkapi berbagai fasilitas yakni dikonsep dengan one gate system, jalan lingkungan 6,5 meter, keamanan satpam 24 jam, fasilitas beribadatan berupa Masjid kawasan, serta area playground. “Saat ini sedang lakukan pembangunan fasilitas Masjid kawasan, sebagai bukti komitmen kami kepada konsumen.

    Untuk pola pembayaran, developer memberikan beberapa pilihan. “Bagi yang tertarik KPR, kami sudah lakukan kerjasama PKS dengan perbankan nasional yakni BTN dan BTN Syariah. KPR bisa dilayani dengan membayar DP ringan 10 % saja, dengan tenor sampai 25 tahun. Untuk yang berminat dengan cara cash bertahap, kami berikan kemudahan dengan cicilan 6 – 12 X tanpa bunga dengan opsi membayar DP 30 % atau DP 50%,” pungkas Sumantri berpromosi.

    Ndalem Cipto Wijoyo ini merupakan proyek ke 3 dari developer PT. Sinar Wijoyo Sulistyo (SWISS), setelah proyek terdahulunya, yakni Griya Sedayu Selaras 1 (60 unit) dan Griya Sedayu Selaras 2 (37 unit) yang menyasar segmen rumah murah bersubsidi. Seperti dijelaskan Sri Wahyuni, Direktur Utama PT. Sinar Wijaya Sulistyo (SWISS), “Potensi pasar rumah murah bersubsidi dan rumah komersil terjangkau, untuk pasar lokal Jogja masih sangat besar peminatnya. Respon masyarakat pun sangat antusias, terbukti saat kami hadirkan kembali kawasan baru Ndalem Cipto Wijoyo, untuk blok area rumah murah subsidinya pun sangat tinggi peminatnya dalam waktu singkat, walaupun di tahun 2020 ini, harga rumah murah subsidi disesuaikan harganya menjadi 150 juta.”

    Untuk Ndalem Cipto Wijoyo kami buka dengan total 54 unit rumah dengan tipe standar 30/60 yang berada di atas lahan seluas 4924 m². Walaupun masih tahap pre launching, saat ini, secara data terbukti bahwa respon masyarakat sangat antusias terhadap dipasarkannya Ndalem Cipto Wijoyo ini, khususnya konsumen lokal Jogja dengan berbagai latar belakang pekerjaan, baik wiraswasta, pegawai swasa, dan tentu saja para PNS. Kami membuka Ndalem Cipto Wijoyo ini dengan tujuan memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, khususnya di lokal DIY. Kami berkomitmen mendukung program sejuta rumah dari pemerintah pusat,” terang Yuni panggilan akrabnya.

    Ndalem Cipto Wijoyo berada di sisi Barat Daya kota Jogja, tepatnya berada di Jalan Pule, Dusun Guwo, Kelurahan Triwidadi, Kecamatan Pajangan, Bantul. Kawasan ini terkoneksi dengan jalan alternatif menuju jalan Wates, poros jalan Bangunjiwo, serta Jalan Sedayu – Srandakan (Jalur Daendels). Ditambah lagi dengan kehadiran bandara baru New Yogyakarta Airport di Kulon Progo, menjadikan poros Barat kota Jogja makin prospektif dalam perkembangan bisnis perumahan, khususnya perumahan murah. Lokasi perumahan ini tak jauh dari kawasan industri Sedayu - Pajangan, sentra Batik Gesikan, desa wisata Krebet, serta wisata alam Curug Banyu Nibo serta kawasan wisata kuliner ingkung ayam. Tidak jauh dari lokasi ini telah berdiri kawasan kampus STIE Hamfara. Dalam 2 tahun terakhir ini, Kecamatan Pajangan makin naik daun di dunia bisnis properti, seiring dengan kepastian akan segera dilakukan pembangunan Kampus Terpadu UIN seluas lebih dari 50 hektar.

    Dengan uang muka sebesar 5 % atau senilai 7,5 juta , jika jangka waktu angsuran selama 20 tahun maka konsumen hanya akan membayar cicilan rumah tipe 30/60 ini sebesar 950 ribu per bulan. Syarat lain yang dipenuhi adalah persyaratan sesuai dengan pengajuan KPR yang secara umum. Ndalem Cipto Wijoyo juga sudah bekerja sama dengan Bank BTN serta BTN Syariah untuk penyaluran kredit KPR Rumah Bersubsidi ini. Untuk mendapatkan rumah bersubsidi sebagai bagian dari program sejuta rumah murah yang dicanangkan pemerintah saat ini, masyarakat harus memenuhi persyaratan yang ditentukan.

    Selain rumah murah bersubsidi, dibuka blok khusus untuk rumah komersial terjangkau di Ndalem Cipto Wijoyo. Yakni di blok belakang, yang memiliki luasan kavling yang lebih besar. “Untuk rumah komersil terjangkau ini, kami berikan 2 model tipe bangunan, yakni tipe 36/72 dan 45/90. Kami jual dengan harga kisaran mulai 200 juta – 250 jutaan. Konsep ini untuk memberikan opsi pasar menengah lokal Jogja, memiliki rumah terjangkau non subsidi,” tutup Sri Wahyuni tegas. Wahyu Pras – red

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain