Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Lebih Mengenal Kredit Pemilikan Tanah (KPT)

    Lebih Mengenal Kredit Pemilikan Tanah (KPT)

    Tren investasi tanah terbukti semakin digemari, dari banyaknya jenis instrument investasi seperti reksadana, saham, emas, dan deposito, jenis investasi properti terbukti menjadi instrumen investasi yang paling diminati. Sama hal dengan lainnya, investasi properti masih dibagi menjadi banyak macam contohnya seperti rumah, apartemen, hingga tanah. Berbicara mengenai investasi lahan berupa sebidang tanah atau kavling, masyarakat bisa meminjam dana dari bank untuk membeli tanah kavling, yakni dengan menggunakan fasilitas Kredit Pemilikan Tanah (KPT).

    Kredit properti sangat beragam, tidak terbatas pada rumah, apartemen, ruko, rukan, toko, gedung, atau bahkan sebidang tanah. Produk yang ditawarkan adalah kredit yang diberikan hanya untuk membeli lahan kosong maupun kavling, dimana belum ada bangunan berdiri diatasnya. Untuk kemudian pengembangannya diserahkan kepada nasabah, apakah akan dibangun sebuah hunian, untuk lahan produktif seperti pertanian, atau sekedar untuk investasi. Hampir seluruh perbankan nasional maupun swasta sudah menyediakan produk untuk aplikasi kredit tanah atau lahan.

    KPT merupakan salah satu solusi yang bisa ditempuh apabila masyarakat atau nasabah ingin membeli sebidang tanah namun belum sanggup menyiapkan dana dalam jumlah besar. KPT merupakan salah satu solusi yang bisa ditempuh apabila masyarakat ingin membeli sebidang tanah namun belum sanggup menyiapkan dana dalam jumlah besar.

    Persyaratan mengajukan KPT pun hampir sama persis dengan KPR. Adapun persyaratan standar umum untuk kelengkapan dokumen pengajuan KPT, ialah ;
    • Copy E-KTP.
    • Copy NPWP
    • Copy surat menikah (apabila sudah menikah) atau Surat Cerai (apabila sudah bercerai).
    • Berusia di atas 21 tahun atau sudah menikah.
    • Surat keterangan karyawan tetap dari perusahaan.
    • Copy Buku rekening tabungan yang menampilkan kondisi keuangan 3 bulan terakhir
    • Apabila bekerja sebagai wiraswasta, diperlukan bukti transaksi keuangan usaha, SIUP, dan Tanda Daftar Perusahaan (TDP).
    • Dokumen kepemilikan agunan (SHM, IMB, PBB).

    Dalam prosedur pengajuan KPT adalah mengisi formulir peminjaman, setelah itu melengkapi seluruh persyaratan berkas, setelah lolos administratif Anda nasabah pun diminta untuk menyerahkan sertifikat kepada bank agar dilakukan pengecekan keaslian sertifikat dan tidak sengketa. Setelah dinyatakan asli, bisa langsung melakukan akad kredit dengan pihak bank dan kemudian pihak bank akan meminta sertifikat tanah untuk dijadikan agunan pinjaman. Lama pengajuan permohonan kredit KPT sangat bervariasi, tergantung dari kelengkapan data yang dimiliki. Dan yang harus diketahui bahwa kondisi dan syarat lahan atau tanah bisa diajukan KPT. Tiap perbankan kadang mempunyai beberapa syarat khusus untuk menerima sebuah bidang tanah atau kavlingnya sebagai agunan. Beberapa syarat pertimbangan yang harus dipenuhi contohnya seperti lokasi lahan dapat dilalui oleh kendaraan roda empat, tanah kavling juga tidak boleh berada di daerah rawan banjir dan dekat dengan sutet.

    Kredit kepemilikan Tanah (KPT) memiliki beberapa jenis, adapun beberapa pilihannya ialah ;

    KPT Subsidi. Hanya diperuntukkan untuk orang-orang berpenghasilan rendah dan atau pasangan keluarga yang benar-benar belum memiliki properti apapun. Untuk jenis tanah subsidi ini, merupakan program khusus dari pemerintah dan memiliki syarat mutlak yang wajib dipenuhi, yakni ;
    • Warga Indonesia memiliki penghasilan rendah.
    • Belum memiliki tempat tinggal atau sebidang tanah sekalipun.
    • Desain rumah yang bisa dibangun yaitu tipe 30 sampai tipe 36.
    • Tidak boleh menjual tanah beserta rumah tersebut, setidaknya dalam kurun waktu 5 tahun ke depan terhitung dari akad jual beli.
    • Membayar suku bunga flat, sudah mencakup premi asuransi seperti asuransi jiwa dan kebakaran.
    • Jangka waktu pelunasan maksimum selama 20 tahun dan bebas dari PPN (Pajak Penghasilan Negara)

    Selanjutnya KPT Komersial, kredit tanah jenis ini diberlakukan untuk seluruh masyarakat umum dengan harga normal mengikuti tren harga pasar untuk sebidang tanah yang berlaku di suatu daerah. Selanjutnya besarnya biaya-biaya yang ditimbulkan termasuk bunga dari bank sudah adalah standard dan sudah ditentukan oleh bank terkait. Yang mana sistem ini menganut aturan value of money, menyebabkan berubah-ubahnya suku bunga pasar yang berlaku. Maka perlu diperhatikan besarnya cicilan dan pastikan tidak ada pembayaran yang terlewatkan untuk menghindari denda maupun bunga berjalan. Keuntungan lain dari kredit tanah komersil ini umumnya tanah yang didapat tidak terikat pemakaiannya. Bahkan bisa digunakan untuk membangun rumah, apartemen, maupun ruko dengan acuan dan tujuan bisnis.

    Kemudian terdapat pula jenis KPT Syariah, yakni kredit tanah jenis syariah merupakan pembelian tanah yang menggunakan sistem pembayaran dengan mengacu pada hukum perbankan syariah, melalui prinsip murabahah, musyarakah, dan lain-lain. Untuk beberapa syarat (mutlak) yang wajib diberlakukan oleh perbankan ialah :
    • Tidak menggunakan bunga.
    • Tidak berlaku system of value money.
    • Biaya cicilan yang dikeluarkan flat selama dalam masa tenor.
    • Jenis properti yang bisa dibangun diatas tanah bebas tanpa ada aturan yang mengikat.

    Yang harus diperhatikan juga dengan kondisi tanah itu sendiri. Karena seperti yang kita ketahui bahwa tidak semua tanah memiliki kondisi yang baik. Dalam arti apakah tanah tersebut berada di posisi strategis, memiliki nilai jual yang stabil. Dan yang terpenting, apakah tanah tersebut memiliki surat atau sertifikat resmi yang terdiri dari beberapa macam. Masyarakat wajib untuk memeriksanya secara mendetail dan diwajibkan untuk meminta bukti resmi pada pemilik terdahulu sebelum mulai mengajukan KPT.

    Dari sisi geografis, masyarakat sebagai konsumen juga harus mengetahui jenis dan kondisi tanahnya. Sebab jika ingin ditinggali, jenis tanah akan mempengaruhi kualitas air yang dihasilkannya. Hindari membeli tanah yang dekat sungai, pabrik, jalur listrik tekanan tinggi (sutet), untuk mengetahui dan menjaga resiko yang datang di kemudian hari.

    Untuk keperluan investasi dan prospek kenaikan harga properti, masyarakat juga harus jeli melihat perkembangan lingkungan sekitar. Apakah sudah tersedia fasilitas umum seperti sekolah, layanan kesehatan, perbelanjaan dan akses transportasi terdekat. Masyarakat juga harus mengetahui status tanah dan peruntukan terbarunya. Misalnya, adakah rencana tata kota pada wilayah tersebut. Sering terjadi sebagian masyarakat awam yang kurang teliti dan jeli dalam membeli tanah tanpa mengetahui peruntukan tanah tersebut. Alhasil setelah dibeli baru tahu bahwa tanah tersebut adalah lahan hijau yang tidak boleh digunakan untuk mendirikan bangunan. Serta mengetahui proyek terkini seperti fasilitas umum atau infrastruktur yang akan dibangun pemerintah di sekitar area tanah juga bisa menjadi nilai tambah investasi properti. -Wahyu Pras - red - (dari berbagai sumber)

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain