Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Jelajahi Ruang Mahakarya Seni di PAS Limasan Homestay

    Jelajahi Ruang Mahakarya Seni di PAS Limasan Homestay
    Area teras yang didominasi unsur ukir kayu
    Fasad depan area kamar tipe superior room
    Master bed kamar tipe deluxe room
    Superior room dengan twin bed

    Jogja akan memanjakan para pelancong yang berlibur dengan sejumlah fasilitas yang tersedia, mulai dari wisata kuliner hingga wisata alamnya. Di daerah ini wisatawan juga dapat dengan mudah menemukan sejumlah tempat penginapan, mulai dari losmen dari harga yang paling murah, hotel, resort, hingga sejumlah homestay dengan fasilitas menarik. Khusus untuk homestay, seiring dengan terus berkembangnya Jogja menjadi salah satu tujuan wisata domestik maupun internasional, maka tidak mengherankan apabila perkembangan homestay di Jogja terus mengalami perkembangan. Salah satu penginapan dengan konsep menginap yang menarik berbalut nuansa seni di Jogja yaitu PAS (Pendhopo Art Space) Limasan Homestay.

    Penginapan yang beralamat di Jalan Prof. Dr. Wirjono Projodikoro (Ring Road Selatan), Tegal Krapyak RT 01, Panggungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta tersebut berada satu lokasi dengan galeri seni milik pematung kenamaan asal Jogja, Dunadi, yaitu Pendhapa Art Space yang tidak lepas dari sentuhan instalasi seni di dalamnya. “Pada awalnya dulu sekitar tahun 2000, di tempat ini semua menjadi satu mulai dari rumah pribadi, ruang patung, hingga workshop pengecoran perunggu. Namun pasca tragedi gempa tahun 2006 yang mengguncang Yogyakarta, tempat ini juga terkena dampak dari bencana alam tersebut. Kemudian setelah itu, workshop dipindah ke lokasi lain sedangkan di sini sempat digunakan sebagai gedung serba guna dan dibuka untuk umum pada tahun 2011. Kemudian pada tahun 2013 berkembang menjadi art space, dan ditahun 2018 mulai dibuka homestay yang memanfaatkan bangunan di area belakang,” ungkap Ganes Satya Aji, putra sulung Dunadi sekaligus owner PAS Limasan Homestay.

    PAS Limasan Homestay sejatinya berada di sisi belakang area dari art space yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 6000 m² tersebut. Sekilas memang tidak nampak apabila dilihat dari bagian depan, karena terdapat Pendhapa Art Space dan juga Pas Pojok Coffeeshop yang juga dikelola bersama sang adik. Masuk melalui sebuah ruang dengan bangunan Pendopo yang diperoleh dari daerah Ponorogo di dalamnya, terdapat sebuah indoor space yang biasa digunakan sebagai ruang pameran seni. Masuk lebih ke dalam area penginapan, terdapat ruang terbuka cukup luas layaknya sebuah taman dengan pepohonan dan tanaman hijau yang membuat nuansanya lebih natural. Pada sisi kiri area taman terdapat sebuah panggung terbuka yang biasa digunakan sebagai panggung kesenian dan pertunjukan. Area taman tersebut juga tidak lepas dari instalasi seni patung dengan berbagai bentuk di beberapa sudutnya. Tepat pada sisi belakang dari panggung pertunjukan, terdapat sebuah ruangan yang merupakan galeri karya seni ciptaan Dunadi. Hal tersebut tentu saja akan memanjakan bagi pecinta seni yang menginap di sini.

    Area homestay yang menyediakan 9 kamar dengan 2 tipe tersebut terletak di ujung taman dengan step stone yang tertata rapi diantara hamparan rumput hijau. Bangunan utama deluxe room tersebut diapit oleh sepasang pohon Pulle pada sisi depannya yang bergaya Jawa klasik dengan menggunakan bangunan limasan. Unsur kayu nampak begitu mendominasi eksterior memberikan kesan hangat dan vintage pada bangunan tersebut. Konsep bangunan dengan ketinggian yang lebih dibanding permukaan tanah diaplikasikan, sejalan dengan konsep rumah Jawa yang diusung. Pada sisi depan bangunan terdapat sebuah teras lengkap dengan kursi kayu sebagai ruang bersantai sembari menikmati suasana taman nan sejuk. Sepasang karya seni patung berbentuk manusia juga menghiasi area teras. Tepat di tengahnya terdapat table set kayu klasik dan sebuah patung khas Bali dengan ukuran cukup besar menjadi dekorasi teras rumah. Dinding bangunan menggunakan gebyok kayu dengan ukiran-ukiran yang semakin memperkuat konsep desain rumah Jawa.

    Memasuki ke dalam area kamar tipe deluxe room, terdapat sebuah kamar tidur bernuansa sederhana nan nyaman. Sebuah ranjang tidur kayu klasik berukuran king size dengan balutan bed cover berwarna putih sebagai tempat beristirahat. Nuansa kayu juga begitu mendominasi seisi kamar tidur, nampak dari semua furnitur yang digunakan berbahan kayu dengan warna natural. Sebuah cabinet kayu bergaya klasik lengkap dengan televisi sebagai entertainment nampak pada salah satu sudut kamar. Sebuah lukisan berukuran besar dan lampu gantung vintage menjadi dekorasi yang semakin mempercantik tampilan interior kamar. Bathroom sebagai fasilitas kamar tidur juga menjadi sisi yang nampak diperhatikan. Fasilitas modern menjadi hal yang diaplikasikan pada kamar mandi untuk menunjang kenyamanan di dalamnya. Dengan dominasi warna putih, bathroom tersebut nampak bersih dan simpel. “Dalam mengkonsep homestay ini sebenarnya tidak ada gambar baku sebagai acuan, apalagi menggunakan jasa arsitek. Apalagi awalnya memang tidak ada rencana untuk dibuat penginapan, melainkan hanya sebuah tempat singgah bagi teman-teman seniman bapak (Dunadi –red) yang kebetulan sedang singgah di Jogja. Jadi prosesnya hanya mengalir dan bertahap dari ide-ide keluarga saja. Maka tidak heran apabila dalam pembangunannya memakan waktu yang cukup lama,” imbuh Ganes.

    Beralih menuju area bangunan lain, terdapat area kamar tipe superior room. Konsep bangunannya kurang lebih sama dengan bangunan sebelumnya dengan tetap mempertahankan gaya rumah Jawa klasik. Nampak dari sisi interior kamar juga masih tetap mempertahankan konsep simpel dan klasik. Yang membedakan antara kamar tipe superior dengan tipe deluxe hanya pada luasan kamarnya, dimana tipe deluxe mempunyai luasan kamar lebih besar. Kemudian untuk kamar tipe superior room sendiri memiliki 2 pilihan bed, yaitu double bed dan twin bed menyesuaikan kebutuhan tamu. Pada sudut lain di area taman, tepat pada sisi depan bangunan kedua terdapat sebuah air mancur yang mempercantik sisi dekorasi taman depan rumah. “Dengan konsep penginapan yang berpadu dengan seni dan nuansa alam seperti ini, diharapkan tamu yang menginap dapat benar-benar dimanjakan oleh pengalaman staycation selama di sini. Untuk rate room yang kami tawarkan juga terbilang cukup terjangkau, mulai dari harga 280 ribu rupiah per malam untuk kamar tipe superior room dan 320 ribu rupiah per malam untuk kamar tipe deluxe room,” pungkas Ganes. Farhan-red

    PAS Limasan Homestay

    Jl. Prof. Dr. Wirjono Projodikoro (Ring Road Selatan),
    Tegal Krapyak RT 01, Panggungharjo,
    Sewon, Bantul, Yogyakarta
    Whatsapp : 081325775518
    Instagram : paslimasanjogja

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain