Pasang IKLAN BARIS GRATIS! DAFTAR | LOGIN


Impian Sekaligus Ekspresi Seni Joglo Kontemporer Jarot Sujati

    Jarot Sujati bersama istri
    Impian Sekaligus Ekspresi Seni Joglo Kontemporer Jarot Sujati
    Teras depan bergaya klasik dan Ruang tamu berkonsep minimalis
    Area belakang sebagai dapur berkonsep semi outdoor didominasi material kayu lawa
    Kamar tidur utama bergaya simpel dengan sentuhan unsur kayu

    Mereka yang peduli akan kenyamanan saat berada di dalam rumah akan begitu teliti membangun setiap detail sudut rumah. Rumah dianggapnya tak sekedar sebagai tempat berteduh dari hujan dan panas, lebih dari itu. Rumah yang berkualitas akan memiliki nyawa, sehingga mereka yang tinggal di dalamnya akan betah berlama-lama untuk berinteraksi di dalamnya. Hal tersebut yang berusaha diwujudkan oleh seorang Jarot Sujati dalam menterjemahkan hidupnya dalam sebuah landscape hunian bagi keluarganya.

    Rumah yang terletak di Jalan Cupuwatu No. 70, Temanggal II, RT.05/RW.02, Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta tersebut sedari fasad depan sudah menunjukkan kombinasi dua konsep yang begitu kuat, yaitu konsep klasik dan rumah modern dengan sisi fungsionalnya yang begitu diutamakan. Diceritakan oleh pria yang mempunyai background pendidikan di bidang teknik mesin tersebut, bahwa terdapat cerita menarik dibalik pembangunan rumahnya saat ini. “Jadi dari dulu memang ingin sekali punya rumah Joglo. Namun apabila mengaplikasikan desain asli Joglo ke dalam rumah pribadi jadi kesannya singup dan kurang nyaman untuk ditempati sehari-hari. Akhirnya iseng gambar-gambar sendiri, bangunan Joglo saya kombinasikan dengan tembok dan pintu serta jendela bergaya kolonial hingga akhirnya ketemu desain rumah seperti sekarang. Masih dengan unsur klasik yang kuat namun saya padukan dengan konsep modern agar lebih nyaman ditinggali bersama keluarga,” papar Jarot, sapaan akrabnya.

    Usaha di bidang mebel dan konstruksi kayu lawasan juga diaplikasikan pada hunian milik pria asli Jogja tersebut. Jarot menambahkan bahwa kayu lawasan terutama jenis kayu Jati memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan kayu baru. “Dalam bisnis kayu lawasan yang saya jalani saat ini didasari dari pribadi saya yang menghindari penebangan pohon. Selain itu kayu yang sudah lama memiliki keunggulan tekturnya akan semakin keras dan tidak akan ngolet atau berubah bentuk. Jadi untuk material yang digunakan dalam pembangunan rumah ini juga seluruhnya menggunakan material kayu lawasan. Bisa dibilang material yang baru dari konstruksi utama rumah hanya genteng saja,” lanjutnya.

    Selain kenyamanan, faktor fungsional dari bangunan juga menjadi perhatian utama dalam pembangunan rumah seluas 250 m² tersebut. Maka dari itu, konsep arsitektur rumah Joglo dikombinasikan dengan desain modern minimalis menjadi pilihan utama. Nampak dari fasad bangunan sebuah atap khas bangunan tradisional Jawa menjadi daya tarik tersendiri dari hunian tersebut. Agar tidak terkesan terlalu kaku, sentuhan tropis turut dihadirkan pada sisi halaman depan dan teras rumah. Pada bagian halaman rumah diberikan taman hijau untuk memberikan nuansa alam nan sejuk. Selain sebagai carport, area halaman juga dapat digunakan untuk beraktifitas lain karena areanya yang masih cukup luas. Bagian teras depan nampak begitu menarik dengan dominasi unsur kayu pada sisi pintu utama, jendela kamar, soko Joglo, serta lisplang berwarna hijau yang memberikan unsur vintage nan kental.

    Sisi arsitektur menarik terletak pada bagian pintu utama berketinggian 2,4 meter berbahan kayu lawasan yang dimodifikasi dengan archicraft berupa tambahan aksen pada gawang pintu sehingga kesannya menjadi lebih megah. Detail lain yang tak kalah menarik juga terdapat pada gagang pintu yang dibuat menggunakan bekas cetakan batik cap berbahan logam. Material tersebut dikombinasikan dengan kayu dan dibentuk sedemikian rupa sehingga menampilkan kesan klasik nan unik. “Teknik arsitektur tersebut sedang cukup populer di kalangan pengrajin kayu saat ini. Dengan aplikasi archicraft pada gawang pintu menjadikannya nampak lebih besar dan gagah apabila dilihat dari sisi depan. Untuk materialnya juga tetap menggunakan kayu solid sehingga akan lebih kuat. Untuk gagang pintu ini awalnya saya peroleh di pasar loak sewaktu ke Solo. Melihat motif cetakan yang cukup unik kemudian saya terpikir untuk menjadikannya sebagai gagang pintu rumah,” imbuh Jarot.

    Memasuki area rumah yang memakan waktu 2,5 tahun dalam masa pembangunannya tersebut, terdapat sebuah ruang tamu bernuansa modern berpadu dengan unsur klasik yang nampak dari aplikasi kayu pada plafond rumah. Table set bergaya minimalis menjadi fasilitas tempat duduk sekaligus mempercantik tampilan ruangan tersebut.

    Melangkah lebih ke dalam area rumah dengan 3 kamar tidur tersebut, nuansa nyaman langsung tersaji pada ruang utama yang juga difungsikan sebagai ruang keluarga. Sofa set berbahan kayu nampak tertata rapi pada salah satu sudut dengan kombinasi bahan kain berwarna abu-abu yang memberikan kesan hangat. Televisi layar datar diset pada salah satu dinding ruangan sebagai entertainment di ruang keluarga dengan background berupa panel-panel kayu bekas kapal bergaya rustic. Pada sisi dinding bagian dalam dari ruang utama juga memiliki akses pintu dan jendela menuju area semi outdoor samping dimana terdapat sebuah kolam ikan lengkap dengan suara gemericik airnya yang menenangkan. “Sebenarnya ruang utama ini kan luasnya tidak begitu besar, makanya saya sengaja memberikan akses berupa pintu dan jendela yang terhubung dengan area kolam ikan di sisi samping. Dengan begitu kesan yang dihasilkan dari menjadi lebih lapang dan sirkulasi udara juga lancar. Untuk bukaan ruang tersebut juga sengaja dibuat di sisi Utara agar pada saat siang hari, cahaya matahari tidak langsung masuk ke dalam ruangan sehingga suhu ruangan juga lebih sejuk,” tambah Jarot.

    Memasuki kamar tidur utama, perpaduan konsep klasik dan modern menghasilkan dekorasi kamar tidur yang terkesan nyaman dan simpel. Sebuah tempat tidur minimalis berpadu dengan furnitur dan dekorasi lain berbahan kayu memberikan nuansa ruangan yang terkesan simpel. Desain tersebut juga nampak diaplikasikan pada kamar tidur anak yang letaknya bersebelahan dengan kamar tidur utama. Masing-masing kamar tidur tersebut juga dilengkapi dengan bukaan jendela sehingga sirkulasi di dalam ruangan menjadi lebih lancar.

    Beralih menuju area belakang rumah, terdapat sebuah dapur bersih lengkap dengan ruang makan berkonsep semi outdoor yang begitu nyaman. Kitchen set berdesain modern nampak begitu cantik dipadukan dengan unsur kayu yang cukup mendominasi di area ruang belakang tersebut. Dengan konsep ruangan terbuka dan sebuah pohon sebagai peneduh alami, ruang belakang menjadi spot favorit untuk bersantai sembari berbincang menghabiskan waktu bersama anggota keluarga. Farhan-red

    PARTNER
    Archira - Architecture & Interior    A + A Studio    Sesami Architects    Laboratorium Lingkungan Kota & Pemukiman Fakultas Arsitektur dan Desain UKDW    Team Arsitektur & Desain UKDW    Puri Desain